Pengalaman Berlibur Ke Pulau Tidung

Sudah seringkali saya berkunjung ke Pulau Tidung bersama rekan-rekan kerja, sekarang giliran keluarga meminta diajak ke pulau ini. Mengingat anak terkecil saya sudah masuk SD tahun ini, mungkin tidak masalah untuk mengajak keluarga ke pulau di sebelah utara Jakarta ini. Karena ini bukanlah pengalaman pertama untuk saya ke Pulau Tidung, saya tidak menemukan kendala berharga selama perjalanan. Namun demi kenyamanan kami sekeluarga, saya tetap memilih menggunakan jasa paket wisata yang saya pesan online termasuk tiket speedboat Sea Leader Marine.

Mungkin menurut perhitungan kasar, paket wisata akan membuat perjalanan Anda ke Pulau Pari. Namun, dengan banyak kenyamanan yang Anda dapatkan, sedikit harga yang lebih mahal sangat layak Anda keluarkan. Kemudahan-kemudahan yang saya maksud di antaranya adalah saya dan keluarga tidak perlu repot-repot datang lebih pagi untuk mendapatkan tiket kapal di Pelabuhan Muara Angke, kami tidak akan kehabisan homestay (kehabisan homestay akan sangat merepotkan jika Anda datang bersama keluarga), Anda langsung dapat menggunakan sepeda untuk berkeliling, dan Anda mungkin dapat memainkan water sport lebih banyak dengan harga yang sama dengan tanpa paket wisata yang dapat di beli di wisata easybook (walau saya tidak yakin akan mengambil manfaat yang satu ini). Overall, Anda hanya perlu memikirkan wisata Anda.

Jadi sudah jauh-jauh hari merencanakan untuk pergi pada hari Sabtu pagi. Mengapa weekend? Apakah tidak takut terlalu ramai? Jawabannya tidak. Pulau Pari tidak seperti pulau lainnya karena jumlah wisatawan yang dapat berkunjung per harinya dibatasi 300 orang per hari. Jadi weekdays atau weekend, saya PD saja akan mendapatkan ketenangan disana.

Menggunakan taksi, kami sekeluarga menuju ke pelabuhan Muara Angke, tepatnya di SPBU terdekat. Sesampainya disana, kami menghubungi agen wisata dan diarahkan ke kapal kayu yang akan menuju Pulau Pari. Bisa dipastikan self-guided traveler akan kebingungan disini karena memang tidak ada tempat pembelian fisik untuk tiket kapal. Sangat disayangkan. Tetapi wajar mengingat ini adalah pelabuhan tempat puluhan nelayan menyandarkan perahunya jika tidak melaut. Jadi saya tidak dapat berekspektasi terlalu tinggi.

Pukul 7.00 kapal seharusnya sudah melaju. Namun, akibat satu rombongan telat perjalanan mundur hingga pukul 7.30. Indonesian Style! Selang dua jam di atas laut, dua anak saya sudah agak rewel menanyakan kapal sampai. Dan untunglah perjalanan lancar karena pukul 10.00 kami sudah sampai merapat di Pulau Pari.

Di luar pelabuhan, kami langsung mengambil sepeda untuk menuju homestay yang sudah ditunjuk oleh agen travel. Hanya 30 menit, kami habiskan di homestay untuk anak-anak saya istirahat sejenak. Dan kami langsung ke jembatan cinta yang ada di sebelah kanan pelabuhan. Setelah memarkirkan sepeda, kami mengunjungi Pulau Tidung Kecil (Pulau Tidung terdiri atas Pulau Tidung Besar yang berpenghuni dan Pulau Tidung Kecil yang tidak berpenghuni) melalui jembatan cinta yang terkenal.

Setelahnya, kami istirahat dulu sambil minum kepala muda sambil menghilangkan lelah setelah mengitari Pulau Tidung Kecil. FYI, jika Anda pergi dengan anak kecil, pastikan Anda sering beristirahat walau hanya 30 menit agar anak tidak rewel J Selanjutnya, water sport sudah menanti kami. Kami menaiki banana boat, dan sofa boat saja agar kami tidak terlalu sore pergi ke sunset area. Dan, yes, kami dapat berenang sebentar di saung 2 hati dan mencari spot yang bagus untuk mengambil foto sunset di sunset area.

Di hari kedua di Pulau Tidung, rencana kami hanya untuk melihat sunrise di jembatan cinta. Pukul 7.30 kami sudah di homestay untuk istirahat dan bersiap-siap ke pelabuhan. Pukul 10.00, kami sudah di pelabuhan bersama wisatawan lain dan meluncur ke Muara Angke. Kami sampai dengan selamat pukul 10.30 dengan membawa sejuta pengalaman menyenangkan. Anak-anak tampak kelelahan, namun tidak habis-habisnya bercerita tentang pengalaman pertama mereka ke pulau ini. Mungkin lain kali, saya harus membawa mereka ke Pulau Pari atau Pramuka yang berdekatan untuk melihat penyu atau hiu J.

Lalu, kami pun pulang dengan bus Jakarta Solo yang tiketnya bisa dipesan online. Kami berangkat menuju Cirebon saat malam hari dan sampainya keesokan paginya.

Mari kita hunting foto kakatua!

Selamat datang di blog yang khusus membahas kekayaaan alam Indonesia, salah satunya adalah burung Kakatua yang indah dan eksotis.

Nah di kesempatan kali ini, kami akan mengajak pembaca semua untuk melihat foto-foto burung Kakatua yang cantik dan menawan.

Kakatua Goffin

Kakatua_goffin

Kakatua Raja

burung kakatua raja

Kakatua Jambul Kuning

Kakatua_jambul_kuning